Tetaplah Rendah Hati

Tetaplah Rendah Hati

Tetaplah Rendah Hati

“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(Al-Furqaan: 63)”

Rendah hati adalah lawan dari sifat yang sombong, dan sifat itu berasal dari iblis. Itulah sifat yang membuatnya terusir dari surga dan mendapat jaminan neraka dari Allah Swt. Allah Swt, menciptakan Iblis dari api, malaikat dari cahaya dan manusia dari tanah.

Semua manusia diberikan akal yang sama, mata yang sama, telinga yang sama, hidung yang sama, semua alat indrawinya sama, bahkan hidup di bumi yang sama. Meskipun modal yang diberikan Allah itu sama, akan tetapi beberapa aspek kehidupan mereka berbeda.

Mengapa demikian?
Perbedaannya terletak pada besar-kecilnya usaha yang mereka lakukan dan tingkat efektivitas usaha itu.

Zaid dan Amru
Keduanya sama-sama memiliki keahlian dan kemampuan khusus. Zaid dengan cepat bisa mencapai tingkat kehidupan yang makmur dan sejahtera, sementara Amru meski memiliki keahlian dan kemampuan yang sama, akan tetapi dia hidup dalam kesederhanaan.

Dari sisi materi, Zaid hidup dalam kondisi serba kecukupan. Hubunganya dengan tetangganya biasa saja tidak ada kesan istimewa bagi para tetangga tentang dia.

Sementara Amru, walaupun dia hidup sederhana, para tetangga menghormatinya. Hal itu disebabkan kepribadiannya yang berwibawa dan kepeduliannya terhadap masalah-masalah yang timbul di lingkunganya.

Antara Zaid dan Amru, masing-masing memiliki kelebihan yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai ridha Allah, juga mempunyai kelemahan yang membuka peluang bagi iblis untuk mencelakainya.

Alangkah beruntungnya orang kaya yang bisa memanfaatkan kekayaanya untuk memenuhi perintah-perintah Allah dan tiada pula berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.” Lalu mereka kembali, sedangkan mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. At-Taubah: 92)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *