Pikiran Melahirkan Keyakinan

Pikiran Melahirkan Keyakinan

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Hidung dan tenggorakanku selalu sensitif sepanjang musim penghujan.” Sayang sekali, banyak orang belum mengetahui bahwa dengan menggunakan kalimat tersebut, mereka telah membentuk keyakinan atau pola pikir negatif. Setelah terbentuk, keyakinan ini tersimpan dalam akal bawah sadar,  serta menumbuhkan perasaan dan persepsi negatif.

Mari kita kaji ucapan (persepsi) orang-orang seperti ini sebagai contoh.

  1. Setiap tahun (memastikan waktu yang berlanjutan).
  2. Pada musim penghujan (memastikan waktu datangnya influenza).
  3. Terserang influenza (dengan kalimat ini, ia memastikan jenis penyakit yang menyerangnya).

Yang diucapkan orang-orang seperti tersebut di atas adalah sesuatu yang selalu ia pikirkan dan dihubungkan dengan waktu dan tempat, kemudian diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi hingga benar-benar terjadi, serta bisa ditunggu setiap tahun pada waktu yang sama. Inilah yang disebut keyakinan atau pola pikir.

Sejatinya, dalam setiap aspek kehidupan dan perilaku kita, ada buah dari keyakinan. Di setiap ruang dan waktu, kita tak bisa lepas dari keyakinan.

Keyakinan adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *