Grafologi – Merekrut Karyawan Melalui Tes Grafologi

Grafologi – Merekrut Karyawan Melalui Tes Grafologi

Grafologi merupakan teknik yang dilakukan untuk mengetahui kepribadian, karakter, atau sifat seseorang melalui hasil analisis tulisan tangannya. Untuk diketahui, seperti halnya sidik jari, tulisan tangan setiap manusia memiliki ciri khas masing-masing sehingga setiap orang memiliki kecenderungan karakter yang berbeda-beda pula.

Pada tahun 1622, Camillo Baldi, pria kelahiran Bologna, Italy dan seorang dosen dengan latar belakang pendidikan filosofi dan kedokteran, membuat esai yang berisi tentang investigasinya terhadap tulisan tangan. Esai inilah yang kemudian dinyatakan sebagai cikal bakal ilmu grafologi, terutama untuk ilmu grafologi di Amerika, hingga saat ini.

Di Indonesia, beberapa tahun belakangan ini teknik grafologi menjadi populer untuk tes perekrutan karyawan perusahaan. Hal ini terjadi karena seiring dengan begitu ketatnya persaingan dalam bisnis, banyak perusahaan yang tidak mau salah pilih dalam menyeleksi calon karyawan agar tidak berpengaruh negatif terhadap perusahaan dan karyawan sebagai individu atau sebagai tim. Oleh karena itu, tes grafologi dilakukan karena perusahaan ingin mengubah pola perekrutan karyawan baru sehingga bisa mempekerjakan indivitu yang tepat posisi perkerjaannya dengan perilaku dan kinerja yang baik. Sedangkan diluar negeri grafologi telah lama digunakan sebagai salah satu tes yang dilakukan untuk menyeleksi atau promosi karyawan.

Terdapat empat  manfaat tes grafologi dalam bidang bisnis atau seleksi karyawan, yaitu berkaitan dgn individu itu sendiri, pimpinan, dan secara tim:

  1. Seseorang akan mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
  2. Pimpinan akan mengenal dengan lebih baik karakter bawahannya.
  3. Individu akan memiliki kemampuan komunikasi efektif yang lebih baik.
  4. Seseorang akan mengenal potensi dan keunikan diri, keluarga, rekan kerja, pimpinan dan bawahan.

Dengan mengetahui manfaat dari tes grafologi, tes ini menjadi pilihan tepat sebagai salah satu tes seleksi karyawan. Hasil analisis tes grafologi memiliki tingkat keakuratan 80-90%  dengan tidak menghubungkan dengan budaya, ras, atau gender jadi hasil tulisan tangan lebih obyektif, tidak diskriminatif dan tidak bias. Oleh karena itu, dengan mengadakan tes grafologi maka pihak perusahaan tidak akan terkecoh dengan penampilan luar saja namun bisa mengetahui karakter dari individu atau calon karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *