Hadapi, Nikmati, dan Ambil Hikmah dari setiap Tantangan

Hadapi, Nikmati, dan Ambil Hikmah dari setiap Tantangan

Hadapi, Nikmati, dan Ambil Hikmah dari setiap Tantangan

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? (al-Ankabut [29]: 2)

Allah menyatakan “tantangan keimanan” untuk orang-orang yang belum berhijrah ke Madinah, padahal Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam dan kaum Muslimin telah berhijrah. Allah menyindir orang-orang yang belum berhijrah dan memberitahukan bahwa mereka harus membuktikan keimanan mereka dengan berhijrah.

Tantangan dan kesulitan dihadapi seseorang adalah latihan yang akan memberikan kekuatan dan pengalaman. Allah tidak memberikan kebahagian secara gratis, dan hanya memberikan kepada yang sudah lulus ujian. Adapun syarat yang Allah tetapkan adalah: berjihad dengan harta dan jiwa, menjadikan Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman sebagai teman sejati.

Akhirat adalah masa depanku. Setiap orang pasti menginginkan masa depan yang lebih baik dan membahagiakan dibandingkann dengan masa sekarang. Hanya orang-orang yang melakukan amal perbuatan yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya saja yang dapat melakukan kemajuan di masa depan, baik dunia maupun akhirat.

Adapun orang-orang yang merasakan kebahagian di dunia, tetapi mereka sengsara di akhirat, mereka adalah orang yang mengalami kemunduran dan kerugian. Kebahagian yang mereka raih di dunia adalah fatamorgana karena tidak membawa kebahagian mereka di akhirat.

Tantangan dan kesulitan bukan untuk dihindari dan ditakuti, melainkan harus dihadapi. Tantangan itu membuat mereka jadi kreatif dan inofatif karena tantangan merupakan stimulus yang memancing kreatifitas berpikir dan kemampun menemukan solusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *