Fear Test – Apa itu Fear Test ?

Fear Test – Apa itu Fear Test ?

FEAR Test adalah tes yang digunakan bagi instansi agar tahu hal yang menyebabkan karyawan atau  bagian dari tim memiliki  masalah emosional, phobia, atau traumatis  yang berakibat dirinya tidak produktif dalam bekerja.

Masalah emosional, phobia atau trauma yang dialami seseorang sangatlah kompleks dan beragam. Namun, masalah emosional atau traumatis yang sering menghinggapi individu antara lain: Agora Phobia, Blood/Injury Phobia, Social Phobia, dan Stress.

1. Agora Phobia

Agora Phobia adalah cemas terhadap tempat umum dan terbuka, penderita cenderung  nyaman untuk menyendiri dan takut dalam kerumunan. Agoraphobia kadang berhubungan dengan kelainan lain, seperti gangguan panik atau phobia khusus. Orang berjenis kelamin perempuan memeiliki kecenderungan lebih mudah mengalami Agoraphobia.

2. Blood / Injury Phobia

Blood / injury phobia adalah cemas dan ketakutan ketika melihat darah atau kecelakaan. Phobia darah, disebut juga hemophobia, dan injury phobia menyebabkan tekanan darah turun ketika melihat darah atau mengalami cidera.

3. Social Phobia

Social phobia adalah cemas dalam situasi sosial, malu, atau khawatir dipermalukan. Social phobia berada di posisi lebih tinggi dibandingkan agoraphobia. Seseorang yang menderita social phobia tidak hanya pemalu tapi juga merasakan kecemasan dan rasa takutyang luar biasa mengenai bagaimana ia akan tampil di situasi sosial. Social phobia yang tidak diobati akan menyebabkan seseorang menghindari kontak sosial, sehingga dapat berpengaruh negatif pda lingkungan keluarga, masyarakat, dan kehidupan profesionalnya.

4. Stress

Stress adalah tingkat khawatir dan gelisah dalam bekerja. Tingkat stress seseorang sangat berbeda sesuai dengan karakter individu itu sendiri, lingkungan, dan area organisasi .

Fear Test akan memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Individu akan mengetahui hal –hal apa saja yang membuat ia tidak produktif dalam kebidupan pekerjaannya.

2. Individu dapat dengan mudah menghindari hal-hal yang ia takuti sehingga ia akan menjadi lebih produktif dan memuaskan dalam bekerja.

3. Individu dapat menghilangkan sama sekali semua ketakutannya yang menyebabkan ia tidak produktif yang akan mengakibatkan kenaikan karir pekerjaan.

Untuk itu Fear Test perlu dilakukan untuk menghilangkan masalah emosional dan trauma yang dialami oleh karyawan serta menjadikan karyawan lebih produktif dalam bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *