Cara Menjadi Pemimpin yang Berjiwa Kepemimpinan

Cara Menjadi Pemimpin yang Berjiwa Kepemimpinan

Jika anda ingin menjadi seorang pemimpin, ada banyak sekali cara untuk mencapai tujuan anda tersebut. bukan rahasia lagi bahwa banyak cara kotor yang bisa dilakukan untuk berhasil memegang tongkat kepemimpinan dengan cara yang instan seperti menyuap, melakukan nepotisme, mengancam, dan lain-lain. Namun tahukah anda bahwa mereka yang menjadi pemimpin dengan cara-cara seperti itu bukanlah pemimpin yang sebenarnya. Sebab pemimpin yang sebenarnya dipilih karena dia memiliki jiwa kepemimpinan. Jika kita ingin benar-benar berhasil dalam memimpin, maka kita harus terlebih dahulu mempelajari cara menjadi pemimpin dengan jiwa kepemimpinan, karena badan yang dipimpin oleh pemimpin yang korup tidak akan pernah berhasil mencapai tujuan yang sebenarnya. Untuk memiliki jiwa kepemimpinan, kita harus memulainya dari sekarang, bahkan sebelum kita menjadi seorang pemimpin. Karena sangat penting untuk belajar memiliki jiwa kepemimpinan sebelum kita mempelajari cara menjadi pemimpin. Jiwa kepemimpinan dibentuk dari prilaku kita sehari-hari. Beberapa pilar yang bisa membentuk jiwa kepemimpinan yaitu sikap taqwa kepada Tuhan, sikap berani, sikap bijaksana, dan sikap penyayang. Jika kita telah memiliki beberapa pilar tersebut di dalam diri kita, maka saatnya bagi kita untuk belajarcara menjadi pemimpin. Lalu, bagaimanakah pilar-pilar tersebut akan membentuk jiwa kepemimpinan kita?

Pilar-Pilar Jiwa Kepemimpinan

Pilar atau prinsip yang harus kita tanamkan untuk menjadi orang yang memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga pantas untuk menjadi pemimpin sebenarnya, yang pertama yaitu sikap taqwa kepada Tuhan. Mengapa sikap taqwa ini penting? Karena dengan bertaqwa kepada Tuhan, kita memiliki kualitas jiwa yang berdasar kepada nilai-nilai kebaikan, sehingga kita tahu pasti batasan-batasan dalam mengambil keputusan yang tepat yang akan membawa kebaikan bagi apa yang kita pimpin. Kemudian kita juga memerlukan sikap berani sehingga kita memiliki nyali untuk memegang teguh pendirian kita yang berdasar pada kebaikan. Lalu yang berikutnya yaitu sikap bijaksana. Dengan sikap tersbut kita akan selalu melakukan tindakan-tindakan yang tepat dan secara adil. Dan berikutnya yaitu sikap penyayang. Meskipun kita dituntut untuk tegas sebagai seorang pemimpin, kita tetap harus bersikap penyayang sehingga kita dicintai dan selalu didukung.

Cara Menjadi Pemimpin

Setelah kita menanamkan prinsip-prinsip tersebut di dalam diri kita, kini saatnya kita belajar menjadi seorang pemimpin. Yang pertama yang harus kita lakukan yaitu meluruskan niat kita. Keinginan kita untuk menjadi pemimpin harus dilandasi dengan niat yang lurus untuk menjalankan kendali kepemimpinan sesuai dengan fungsinya dan untuk tujuan kesejahteraan bersama. Kemudian selanjutnya yaitu berdoa. Banyak orang melupakan langkah ini padahal inilah sebenarnya kekuatan yang paling besar untuk berhasil dalam memimpin. Lalu yang berikutnya yaitu kita amalkan prinsip-prinsip yang menjadi jiwa kepemimpinan kita tersebut di atas dengan sebaik-baiknya dalam memimpin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *